JAKARTA — Wacana arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perhatian menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka, H. Ahmad Imron alias Gus Imron, mengangkat kembali pesan klasik pendiri NU, KH Bisri Syansuri, di tengah persepsi publik terkait krisis kepemimpinan.
Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis. Ia menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU hari ini.
“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,” ujar Gus Imron, Jumat (17/4/2026).
Adapun tiga pesan yang dimaksud adalah: pertama, warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai ladang mencari keuntungan pribadi. Kedua, jangan meninggalkan atau membenci NU karena hal itu justru akan membawa dampak buruk.
Ketiga, warga didorong untuk membesarkan NU dan aktif dalam program-programnya agar mendapatkan keberkahan hidup.
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menilai, jika tiga prinsip tersebut dipegang teguh, maka arah organisasi akan kembali pada khittah perjuangan yang lurus dan berkelanjutan.
Dia juga menyebut sosok yang dinilai mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu langsung Mbah Bisri, yakni KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.