Dia mengungkap, contoh konflik di Indonesia misalnya di Poso. JK turun langsung ke lapangan kala itu sehingga ia tahu penyebab terjadinya konflik tersebut. Salah satunya faktor isu agama, khususnya tentang syahid dan martir dalam agama Islam dan Kristen.
"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama, saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.
Ia lantas menggunakan istilah syahid karena saat berceramah dia berada di masjid, yang mana para jamaah tidak mengerti penggunaan istilah martir.
"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jamaah tidak tahu," katanya.
Namun, ceramahnya itu justru malah dituding oleh para pemfitnahnya sebagai penistaan agama berdasarkan video yang dipotong. JK pun tampak murka karena sejatinya dia lah bahkan orang yang mendamaikan konflik di Poso tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)