Namun, ia menambahkan, para pendukung Jokowi malah menuduhnya melawan Jokowi usai berkomentar tentang kasus ijazah. Padahal, komentar tersebut hanya berupa nasihat yang disampaikan orang yang lebih tua pada yang lebih muda sehingga kasus ijazah tersebut tak sampai berlarut-larut.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati. Banyak yang mengatakan (pendukung Jokowi), apalagi Pak JK itu, apa kurangnya Pak Jokowi ke Pak JK sehingga begini? Apa saya tuduh Pak Jokowi? Ada enggak? Saya tuduh enggak? Ada enggak? Saya lawan gak Pak Jokowi? Enggak. Kenapa tiba-tiba sensitif sekali, saya katakan, saya seniornya," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)