Atas video tersebut, Ferdinand memandang memang ada kekeliruan dalam pernyataan JK. Akan tetapi, kekeliruan itu tidak masuk dalam ranah koridor pidana.
Kekeliruan itu ada pada kata ideologi. JK menceritakan sebuah peristiwa masa lalu mengapa terjadi konflik di Poso dan Ambon yang disebabkan persoalan ideologi.
"Kata ideologi itu menurut saya keliru. Tetapi, kekeliruan bukan sebuah pidana atau ada niat jahat di sana. Maka itulah yang saya anggap bahwa kekeliruan itu memang perlu diklarifikasi oleh Pak JK dan Pak JK kan kemudian memberikan klarifikasi terbuka," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)