Sementara itu, Alesya, salah satu pengguna Commuter Line mengaku sengaja untuk memberikan rangkaian bunga di Stasiun Bekasi Timur. Hal itu ia lakukan lantaran merasa kehilangan teman perjalanan.
“Saya setiap hari naik KRL. Entah kenapa rasanya dekat, seperti kehilangan teman perjalanan,” ujar Alesya.
Hal serupa disampaikan Kresna, yang juga datang untuk memberikan penghormatan. “Tiap hari kita berangkat bareng, walau tidak saling sapa. Tapi rasanya tetap satu perjalanan,” katanya.
Di antara bunga yang diletakkan, tampak pula foto-foto para korban. Sebanyak 16 perempuan tersebut dikenal sebagai pekerja yang setiap hari menggunakan KRL untuk beraktivitas, berpindah antarwilayah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
(Arief Setyadi )