Rangkaian Bunga di Bekasi Timur, Duka untuk 16 Perempuan Korban Kecelakaan Kereta

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Senin 04 Mei 2026 01:02 WIB
Rangkaian bunga di Stasiun Bekasi Timur (Foto: Ist/Achmad Al Fiqri)
Share :

JAKARTA — Rangkaian bunga memenuhi area lantai dua Stasiun Bekasi Timur menjadi simbol duka kolektif atas kepergian 16 perempuan yang menjadi korban kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL, pada Senin 27 April 2026 malam. Para penumpang datang silih berganti untuk meletakkan bunga dan menyampaikan doa, menciptakan ruang hening di tengah rutinitas perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai, momen ini mencerminkan kuatnya ikatan emosional di antara para pengguna Commuter Line. Ia mengatakan, empati yang ditunjukkan para pelanggan menjadi gambaran kebersamaan yang terbangun dari rutinitas perjalanan.

“Kami melihat bagaimana pelanggan hadir dengan ketulusan, membawa doa, dan saling menguatkan. Meskipun tidak saling mengenal, ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari perjalanan yang dijalani setiap hari,” ujar Anne, Minggu (3/5/2026).

Data KAI menunjukkan tren peningkatan pengguna Commuter Line, khususnya di lintas Cikarang. Frekuensi perjalanan meningkat dari 158 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025. Jumlah pengguna juga terus naik, dari 55,6 juta pada 2022 menjadi 85,9 juta pada 2025. Pada triwulan I 2026, tercatat 21,7 juta pelanggan telah menggunakan layanan ini.

Di tengah peningkatan tersebut, peristiwa duka ini mengingatkan bahwa di balik angka-angka terdapat kisah para pekerja, termasuk perempuan-perempuan yang setiap hari menempuh perjalanan panjang demi keluarga.

Hingga kini, bunga terus berdatangan. Para pengguna datang dan pergi, meninggalkan doa dan penghormatan. Di stasiun yang biasanya menjadi titik keberangkatan, banyak orang memilih berhenti sejenak—menundukkan kepala, mengenang, lalu melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang berbeda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya