Selamat dari Maut, Penumpang Bus ALS Ini Masih Terngiang Jeritan hingga Kobaran Api

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2026 20:30 WIB
Korban selamat kecelakaan Bus ALS (foto: dok ist)
Share :

MURATARA – Tiga penumpang yang selamat dari kecelakaan tragis bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Medan, masih dihantui jeritan dan kobaran api yang melalap bus yang mereka tumpangi.

Peristiwa nahas itu terjadi setelah bus ALS bertabrakan dengan mobil tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Di tengah kepanikan dan asap tebal yang menyelimuti kendaraan, para korban berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan diri. Mereka nekat melompat keluar melalui jendela sesaat sebelum api membesar.

Tiga korban selamat tersebut yakni Ngadiono (44) dan istrinya, Jumiatun (34), warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, serta M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Kabupaten Pati.

 

Di balik peristiwa itu, Ngadiono mengaku sempat merasakan firasat buruk sebelum keberangkatan. Dengan suara bergetar, ia menuturkan bahwa sejak awal dirinya merasa tidak nyaman dengan kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi busnya tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” ujarnya lirih.

Keterbatasan biaya membuat ia dan istrinya tidak memiliki pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, sementara mereka tidak memiliki dana untuk membeli tiket baru.

Sepanjang perjalanan, kekhawatiran itu semakin menjadi. Bus beberapa kali mengalami gangguan, mulai dari radiator yang kering hingga oli yang berceceran.

Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu terjadi.

“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” kenangnya.

Di tengah kepanikan, Ngadiono dan istrinya berusaha keluar melalui jendela. Tak lama kemudian, satu penumpang lain berhasil menyusul.

Namun, tidak semua penumpang memiliki kesempatan yang sama. Setelah berhasil menyelamatkan diri, mereka hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar, disertai suara ledakan dari dalam bus.

“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya menahan tangis.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya