Ade Armando Dinilai Bangun Persepsi Salah soal Potongan Video Jusuf Kalla

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Jum'at 08 Mei 2026 15:13 WIB
Ade Armando/Okezone
Share :

JAKARTA — Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, menilai pembahasan potongan ceramah Jusuf Kalla dalam podcast Ade Armando memunculkan framing yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Demikian disampaikan Syaefullah dalam program Interupsi bertajuk “Dituding Fitnah Jusuf Kalla, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs” yang disiarkan iNews TV.

“Bung Ade dan kawan-kawan itu kan bisa kita anggap mereka menyimpulkan bahwa Pak JK itu sedang menafsirkan ajaran Kristen secara salah. Itu yang dibangun oleh mereka,” kata Syaefullah dikutip, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, pembahasan dalam podcast tersebut justru berdampak kontraproduktif dan memicu emosi publik.

“Kalau menurut saya kontraproduktif apa yang dilakukan Bung Ade Armando di dalam podcast itu. Justru dampaknya ya itu tadi, menghasut, membakar emosi saudara-saudara kita Kristiani, yang akhirnya menganggap Pak JK melakukan penistaan terhadap ajaran Kristen,” ujarnya.

Syaefullah kemudian menyinggung video ceramah Jusuf Kalla yang diunggah di kanal YouTube UGM. Ia menyebut respons publik terhadap video itu awalnya cenderung positif sebelum podcast Ade Armando tayang.

“Kalau kita lihat YouTube ceramah Pak Jusuf Kalla di YouTube-nya UGM, sebelum tanggal 9 itu semua komentar positif,” katanya.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, perubahan komentar mulai terlihat setelah podcast Ade Armando tersebut beredar.

“Komentar netizen atau yang menonton itu sebelum tanggal 9 April 2024 atau sebelum Bung Ade Armando membuat podcast, itu semua positif. Enggak ada negatif terhadap Pak JK. Tapi setelah beliau ini, waduh itu sudah mulai penistaan agama Kristen,” ujarnya.

Dalam dialog itu, Ade Armando sempat menanggapi pernyataan Syaefullah dan meminta agar isi podcast dibedakan dengan pernyataan Jusuf Kalla.

“Bedakan dulu antara podcast dengan apa yang dikatakan Bapak Jusuf Kalla,” kata Ade Armando.

Namun, Syaefullah menilai pembahasan dalam podcast tersebut didramatisasi dengan tambahan cerita yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan ceramah JK.

“Yang kemudian didramatisasi oleh Bung Ade Armando dan kawan-kawan dengan dua cerita," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya