JAKARTA - Lima orang tewas akibat ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Selain itu, terdapat tiga korban lainnya yang masih dalam pencarian.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, merinci kelima korban tewas, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, rencananya seluruh korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor,” kata Cahyo, Senin (1/6/2026).
“Sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis,” ujar dia.
Ia menjelaskan, ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri atas 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.
Selain itu, ledakan tersebut juga membuat puluhan orang lainnya harus mengungsi. “Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri atas 3 balita dan 52 orang dewasa,” ujarnya.
Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu 31 Mei sekitar pukul 14.45 WIT.
(Arief Setyadi )