Pada saat yang sama, Israel meningkatkan serangan militernya di Lebanon. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin memerintahkan serangan terhadap pinggiran kota Beirut yang dikuasai Hizbullah, seperti yang dilaporkan Reuters.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di Twitter pada Senin pagi mengatakan, “Gencatan senjata antara Iran dan AS secara tegas merupakan gencatan senjata di semua lini, termasuk di Lebanon.”
“Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran,” tulis Araghchi.
Ekspor melalui selat tersebut telah anjlok dari level sebelum perang karena blokade Iran. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Hormuz sebelum AS dan Israel pertama kali menyerang Iran pada 28 Februari, dan penutupan penuh jalur air vital ini akan meningkatkan harga minyak lebih jauh lagi.
Dalam unggahan di Truth Social pada Senin pagi, Trump menegaskan bahwa Iran "benar-benar ingin membuat kesepakatan," sambil menegur para kritikus AS yang "terus 'berkomentar' negatif" tentang penanganannya terhadap perang tersebut.
(Rahman Asmardika)