Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum berharga untuk memperoleh pandangan dan arahan dari salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang dalam organisasi.
"Bagi saya, silaturahim ini merupakan kehormatan yang sangat besar. Kiai Manarul adalah salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang, dekat dengan Gus Dur, dan memberikan kontribusi penting dalam perjalanan organisasi. Saya bersyukur mendapatkan nasihat, doa, dan restu beliau," ujar Gus Hery.
Menurutnya, dukungan dan harapan para ulama harus dimaknai sebagai amanah untuk terus berkhidmat kepada NU, umat, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.
Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar ke-35.
Sejumlah peserta yang hadir menilai silaturahim itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan menjadi sinyal kuat pentingnya menghadirkan kepemimpinan PBNU yang lahir dari tradisi kaderisasi, memiliki kapasitas intelektual, serta mampu menjaga NU sebagai pilar keislaman dan kebangsaan Indonesia.
(Fahmi Firdaus )