Menurut Brigjen Riyanto, pendekatan humanis yang terus dilakukan Satgas TNI turut mematahkan stigma negatif terhadap pemerintah, khususnya TNI, yang selama ini didoktrinkan oleh TPNPB-OPM kepada sebagian masyarakat Papua.
Ia menegaskan, masa depan Papua harus dibangun melalui persaudaraan, dialog, dan kerja sama, bukan dengan permusuhan maupun konflik berkepanjangan.
Karena itu, ia mengajak anggota kelompok yang masih berada di hutan untuk tidak ragu kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
"Pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut serta membangun kampung halamannya," pungkasnya.
(Awaludin)