JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah narasi yang viral di media sosial Threads, terkait klaim bahwa Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar akibat kenaikan lava, pengisian kantong magma, hingga tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria menegaskan, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak didukung data pemantauan ilmiah.
"Badan Geologi dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks)," kata Lana, Rabu (17/6/2026).
Gunung Lawu merupakan gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut itu termasuk gunung api tipe B, yakni gunung api yang tidak memiliki catatan erupsi magmatik setelah tahun 1600, tetapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik seperti keluarnya gas solfatara.
“Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas Gunungapi Lawu di masa lalu. Aktivitas vulkanik Gunungapi Lawu saat ini berupa aktivitas gas solfatara di Kawah Candradimuka,” ujarnya.