JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi menyampaikan, Iran tak ingin merugikan perekonomian dunia. Ia menyatakan, Iran pun ingin mewujudkan perdamaian di Dunia. Untuk itu, ia berharap, perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mewujudkan perdamaian yang permanen di kawasan.
Hal itu diungkapkan Boroujerdi dalam diskusi Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) bertajuk " Perang, Diplomasi dan Media: Membaca Timur Tengah dari Perspektif Iran," di AQL islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
"Jadi, itulah yang kami lakukan dengan Amerika Serikat. Kami berbicara dengan mereka, kami memiliki nota kesepahaman (MoU) ini dengan 14 pasal, dan tim kami sedang membicarakannya karena kami tidak ingin merugikan perekonomian dunia, bangsa-bangsa dunia yang damai, kami tidak ingin mempercepat ketegangan dalam situasi tersebut di kawasan, stabilitas di kawasan," kata Boroujerdi.
Ia menegaskan, Iran tidak pernah mempercayai pihak lawan. Hal itu didasari atas sejumlah pengalaman pengkhianatan yang dialami Iran.
"Pertama kali, apa yang terjadi dengan kesepakatan nuklir, JCPOA, yang kami miliki bersama Amerika Serikat dan lima negara lainnya? Mereka keluar begitu saja secara sepihak," ucap Boroujerdi.