JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi tahap II di wilayah hukum Polda Riau, Rabu (8/7/2026). Pembangunan jembatan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
"Dan tentunya kita akan terus bekerja sesuai dengan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk terus memperhatikan konektivitas, khususnya kebutuhan bagi masyarakat-masyarakat di wilayah-wilayah di desa-desa," kata Sigit.
Menurut Sigit, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bertujuan memudahkan aktivitas dan mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang bersekolah. Diharapkan pembangunan tersebut dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Anak-anak kita yang membutuhkan dibangunnya jembatan untuk mempermudah mereka agar bisa sekolah, kemudian juga mempermudah fasilitas dan jalur ekonomi, sehingga kita harapkan ini bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka semua," ujarnya.
"Jadi tentunya saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajaran yang telah bekerja keras untuk melaksanakan arahan dan tugas Bapak Presiden, sehingga terbangun 110 jembatan di wilayah Riau. Sementara untuk nasional, sampai saat ini ada kurang lebih 807 Jembatan Merah Putih Presisi yang kita bangun di beberapa wilayah," ucap Sigit.
Sigit menambahkan, pembangunan jembatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
"Dan harapan kita anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang baik, yang besar, yang berhasil. Demikian juga masyarakat di desa, masyarakat yang ada di pelosok-pelosok dengan adanya jembatan ini juga kemudian merasakan kehidupan yang lebih baik," paparnya.
Menurut Sigit, kolaborasi dan sinergisitas merupakan kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. "Dan kita memiliki cita-cita besar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Jadi ini cita-cita kita bersama, mari kita sama-sama jaga agar apa yang menjadi harapan masyarakat, harapan bangsa dan negara ini betul-betul bisa tercapai," pungkas Sigit.
(Arief Setyadi )