FBI hingga Secret Service Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2026 16:06 WIB
Polisi rilis kasus korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyita uang dolar Amerika Serikat dalam penggeledahan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri dengan tersangka mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Untuk mengecek keasliannya, polisi melibatkan United States Secret Service (USSS) dan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, pelibatan kedua lembaga tersebut dilakukan karena memiliki kewenangan untuk menguji keaslian mata uang dolar Amerika Serikat.

“Ya mereka kan yang memiliki otoritas untuk pengujian terkait tentang kurs United States dollar,” kata Budi, Jumat (17/7/2026).

Selain itu, barang bukti uang rupiah dan uang dolar yang disita juga dinyatakan asli. “Barang bukti berupa uang rupiah seanyak 71.082 lembar dengan nilai nominal Rp6.059.506.200 dinyatakan asli berdasarkan hasil pemeriksaan Bank Indonesia,” ungkapnya.

“Terkait barang hukti uang dolar Amerika Serikat dengan nominal 6.370.921 dinyatakan sebagai mata uang asli, berdasarkan hasil pemeriksaan united state secret service melalui surat tanggal 16 Juli 2026,” sambungnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan melalui proses-proses yang sudah ditindaklanjuti, baik fisik maupun laboratorium.

“Serta barang bukti uang dolar Singapura 16.068.804 dinyatakan sebagai mata uang asli berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik Pusat Laboratorium Bareskrim Polri,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejagung menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menyebut penerbitan tiga Sprindik baru tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti pengalihan perkara dari kepolisian.

Adapun ketiga Sprindik itu terkait tindak pidana korupsi dan TPPU untuk PT Krakatau Steel; pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan blackout; hingga perkara Asabri.

Dalam kasus ini, Anang mengatakan telah dibentuk tim khusus berisikan sembilan jaksa senior yang mayoritas pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia memastikan sembilan anggota tersebut sangat berkompeten dan tidak bersikap resistensi atau menolak kasus korupsi yang menjerat Febrie.

Polri sendiri sebelumnya melakukan penggeledahan di 12 lokasi. Pada operasi penindakan di Kafe De'Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi.

Dalam brankas tersebut ditemukan uang SGD3.130.000 dalam pecahan SGD100 dan sebanyak USD889.965, serta Rp259.159.000. Bila dikonversi dalam rupiah, total uang itu mencapai Rp60 miliar.

Sementara di Sentul, hasil penggeledahan rumah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 ditemukan emas batangan dan uang dalam brankas yang tersembunyi.

Dalam brankas terkunci itu ditemukan tujuh koper. Pertama, 74 kilogram emas batangan. Kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya