Pramono menambahkan, pelatihan reguler telah diikuti 630 peserta. Sementara melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan telah diberikan kepada 2.731 peserta.
Ia menilai peningkatan kesempatan kerja di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
"Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana melanjutkan kerjasama penempatan tenaga kerja ke luar negeri, antara lain ke Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi. Menurut Pramono, program tersebut memberikan kesempatan sekaligus pengalaman bagi tenaga kerja Jakarta untuk bekerja di luar negeri.
Ia mengakui kemampuan bahasa masih menjadi tantangan bagi sebagian pekerja. Karena itu, Pemprov DKI terus memperkuat pelatihan bahasa sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke luar negeri.
"Salah satu handicap para pekerja kita adalah hal yang berkaitan dengan bahasa. Dan untuk itu kami lakukan perbaikan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )