JAKARTA - Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) DKI Jakarta tercatat mengalami kenaikan menjadi 65,48 persen pada 2026. Saat ini, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,03 persen dan jumlah penduduk bekerja mencapai 5,2 juta orang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan TPAK Jakarta pada 2026 meningkat 0,08 poin secara tahunan (year-on-year) menjadi 65,48 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja bertambah 62,18 ribu orang menjadi 5,2 juta orang.
"Pada tahun 2026 tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin year-on-year menjadi 65,48 persen dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62,18 ribu orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta," kata Pramono saat konferensi pers APBD DKI Jakarta Kuartal II 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka di Jakarta. Pada Februari 2026, TPT tercatat turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen.
"Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026," ujarnya.
Penurunan pengangguran tersebut didukung sejumlah program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya melalui program Padat Karya yang menyediakan 2.843 lowongan kerja baru di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
"Penurunan ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan antara lain pelaksanaan program Padat Karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Hutan Kota," katanya.
Selain itu, Pemprov DKI juga menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti 1.000 peserta dengan melibatkan 107 perusahaan.
Pramono menambahkan, pelatihan reguler telah diikuti 630 peserta. Sementara melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan telah diberikan kepada 2.731 peserta.
Ia menilai peningkatan kesempatan kerja di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
"Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana melanjutkan kerjasama penempatan tenaga kerja ke luar negeri, antara lain ke Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi. Menurut Pramono, program tersebut memberikan kesempatan sekaligus pengalaman bagi tenaga kerja Jakarta untuk bekerja di luar negeri.
Ia mengakui kemampuan bahasa masih menjadi tantangan bagi sebagian pekerja. Karena itu, Pemprov DKI terus memperkuat pelatihan bahasa sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke luar negeri.
"Salah satu handicap para pekerja kita adalah hal yang berkaitan dengan bahasa. Dan untuk itu kami lakukan perbaikan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )