BANDUNG - Legalitas, pemanfaatan platform digital, hingga akses permodalan menjadi kebutuhan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan tertata. DPW Partai Perindo Jawa Barat mendorong kebutuhan tersebut dijangkau melalui pembinaan UMKM yang berkelanjutan, termasuk pendampingan pengurusan NIB dan sertifikasi halal.
Upaya itu dijalankan melalui program Pendampingan UMKM Naik Kelas di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (26/07/2026). Sebanyak 100 pelaku UMKM setempat serta perwakilan dari Kabupaten Majalengka, Garut, dan Sumedang mengikuti kegiatan tersebut.
Sekretaris DPW Partai Perindo Jawa Barat Dedi Junaedi mengatakan pembinaan menyasar pelaku usaha yang telah berjalan maupun UMKM pemula. Program tersebut menjadi bagian dari Aksi Nyata Partai Perindo di Jawa Barat melalui "Kreasi Jabar".
"Saat ini Partai Perindo sangat concern terhadap para pelaku UMKM, baik yang sudah berjalan maupun para pelaku UMKM yang baru atau pemula. Karena Perindo Jawa Barat saat ini memiliki program Aksi Nyata yang salah satunya adalah Kreasi Jabar dengan tagline UMKM Tumbuh - Kreativitas Melaju," ungkap Dedi dalam sambutannya.
Pembinaan diarahkan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha secara mandiri dengan pengelolaan yang lebih tertata, memiliki platform digital, sertifikat halal, serta Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan dilakukan dengan menghadirkan narasumber di bidang UMKM yang juga merupakan konsultan UMKM di Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
"Yang ingin kami bangun bukan sekadar UMKM yang bertahan, tetapi pelaku usaha yang memiliki fondasi kuat untuk berkembang secara mandiri dan meningkatkan daya saing. Pendampingan harus mampu menjawab kebutuhan usaha dari tahap awal hingga mereka siap memperluas pengembangan usahanya," tegas Dedi.
Partai Perindo di Jawa Barat juga akan meluncurkan JAMPER atau Jaringan UMKM Perindo yang nantinya dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Jaringan ini diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan pembinaan agar pelaku UMKM memiliki ruang untuk terus mengembangkan kapasitas dan daya saing usahanya.
Di sisi pelaku usaha, kebutuhan pendampingan juga menyentuh persoalan pembiayaan. Salah satu peserta, Heni Angraeni, berharap Partai Perindo dapat membantu membuka akses pinjaman berbunga ringan sehingga pelaku UMKM memiliki alternatif pembiayaan dan tidak bergantung pada pinjaman informal berbunga tinggi.
"Selain pendampingan usaha, kami berharap ada akses permodalan dengan bunga ringan yang bisa dijangkau pelaku UMKM. Pembinaan seperti ini juga perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan supaya kami terus mendapatkan informasi untuk mengembangkan usaha dan tidak bergantung pada pinjaman yang informal," ujar Heni.
Aspirasi tersebut menempatkan keberlanjutan pendampingan sebagai kebutuhan berikutnya bagi pelaku UMKM, khususnya di Nagreg dan secara umum di Jawa Barat. Program yang dijalankan mencakup penataan usaha, digitalisasi, legalitas dan sertifikasi, sementara akses permodalan menjadi kebutuhan yang diharapkan pelaku UMKM dapat turut memperoleh perhatian.
(Arief Setyadi )