Polri Harus Waspadai Serangan Balik Koruptor Usai Bongkar Kasus Febrie Adriansyah

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Kamis 30 Juli 2026 16:13 WIB
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah/Okezone
Share :

JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengimbau kepada Polri untuk mewaspadai serangan balik koruptor usai mengungkap kasus dugaan korupsi dan TPPU eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

"Menurut saya Polri harus tetap fokus mengusut tuntas kasus korupsi. Jangan terpengaruh dengan serangan balik para koruptor yang mengincar polri dan pimpinan Polri," kata Boyamin saat dihubungi awak media, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Boyamin, munculnya informasi hoaks dan fitnah di media sosial (medsos) khususnya terhadap Polri, diduga merupakan upaya segelintir oknum untuk melakukan pengalihan kasus penegakkan hukum yang saat ini sedang berjalan.

Media sosial sendiri muncul hoaks atau fitnah yang diduga dilancarkan oleh Buzzer terhadap Kapolri dan institusi Polri. Di sisi lain, Polda Metro Jaya sudah membongkar sindikat buzzer pembuat konten hoaks dan fitnah.

Jaringan itu meraup untung ratusan juta sejak beroperasi pada tahun 2024. Dalam perkara ini, Polisi menangkap delapan tersangka dan terus menelusuri pihak pemesan sindikat buzzer tersebut.

Sementara itu, Boyamin menegaskan, serangan hoaks kepada pimpinan Polri dan institusi merupakan upaya untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah tegas mendukung langkah pemberantasan praktik rasuah tanpa pandang bulu.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya