WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.
Belum diketahui secara pasti kapan 11 korban tambahan tersebut masuk ke dalam sistem pelaporan. Karena itu, para personel yang tercatat belum tentu mengalami cedera dalam dua hari terakhir.
Selain ratusan korban luka, tercatat sebanyak 18 tentara AS tewas dalam pertempuran.
"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti pasukan Iran yang telah meluncurkan ribuan rudal dan drone yang menargetkan orang-orang tak berdosa di seluruh Timur Tengah dan menewaskan lebih dari 50.000 warga negara mereka sendiri awal tahun ini," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins dilansir ABC News, Sabtu (1/8/2026).