Abaikan Pakta Pertahanan, Houthi Serang Kilang Minyak Arab Saudi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 08:00 WIB
Ilustrasi.
Share :

SANAA - Kelompok Houthi Yaman menyatakan telah menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu (9/8/2026). Serangan ini terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakstabilan kawasan akibat perang AS-Israel melawan Iran.

Aliansi dengan Turki dan Pakistan bertujuan memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala bentuk agresi. Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara itu akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Belum jelas apakah atau bagaimana Pakistan maupun Turki akan turut serta dalam respons Arab Saudi terhadap serangan terbaru ini.

Bulan lalu, kelompok Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Langkah itu diambil dengan alasan adanya pengepungan oleh Saudi terhadap mereka—sebuah tuduhan yang dibantah oleh Riyadh.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran sempat terjadi di kilang tersebut namun berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban luka, dan pihak berwenang sedang menangani insiden itu tanpa menyebutkan penyebabnya.

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengunggah pernyataan di platform X bahwa kelompok itu menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang kilang tersebut. Mereka sebelumnya pernah menyerang fasilitas Aramco di Jazan—wilayah di barat daya Arab Saudi yang mengolah 400.000 barel minyak mentah per hari—serta menyerang Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah.

Dalam pernyataan terpisah, Saree mengatakan bahwa kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap kota pelabuhan Mocha di pesisir Laut Merah, Yaman, demkian dlansir Reuters

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya