KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 17:10 WIB
Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso
Share :

JAKARTA - Ruang digital sejatinya bisa menjadi tempat yang menguntungkan dan membawa sesuatu yang positif jika digunakan dengan baik. Namun, banyak masyarakat yang masih gagap memanfaatkannya dan justru kerap menjadi korban dari digitalisasi.

Hal ini nampak dari perilaku masyarakat di ruang digital yang cenderung impulsif, kemudian menjadi pecandu medsos hingga memicu gangguan kesehatan mental. Bahkan masyarakat kerap menjadi korban penipuan dan berita hoaks.

Dalam perkembangan lebih lanjut, bukannya mendapatkan pengetahuan yang luas tapi malah terjebak dalam echo chamber dan filter bubble.

Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, mengatakan, kegagalan masyarakat memanfaatkan ruang digital dengan maksimal lantaran kurangnya literasi sejak dini.

“Kita tahu bagaimana konek ke internet, menggunakan gawai, termasuk bermain medsos. Tapi pemahaman kita bagaimana medsos bekerja, seperti apa algoritma, dan bagaimana cara mengambil keuntungan dari internet, masih belum banyak yang paham,” ujar Tulus, Senin (10/8/2026).

Sama halnya dengan pemahaman bagaimana media bekerja sebelum era digital yang menurut Tulus tidak semua orang paham. Dampak negatif media, bagaimana media mempengaruhi persepsi publik, apa itu agenda setting, pada praktiknya hanya dipahami oleh pegiat media dan orang yang belajar tentang ilmu komunikasi.

Di era digital sekarang, tantangannya makin sulit. Literasi masyarakat yang masih belum maksimal, kini harus dihadapkan pada derasnya arus informasi di ruang digital yang jauh lebih kompleks daripada era media konvensional.

Oleh karena itu, untuk mengatasi agar masyarakat tidak menjadi korban dari digitalisasi, KPI menekankan pentingnya literasi yang dibangun sejak dini. Segenap pemangku kepentingan di sektor media, termasuk keluarga perlu mendapatkan pencerahan.

 

Menurut Tulus, upaya literasi perlu melibatkan sekolah. Pedagogi di sekolah akan membuat literasi digital dan media menjadi terstruktur serta terinternalisasi dengan baik sejak dini.

“Saya mendukung pihak-pihak yang menganjurkan agar literasi digital, termasuk literasi mengenai media masuk dalam kurikulum sekolah dasar. Jika ini dilakukan maka harapannya kita bisa mencegah agar tidak menjadi korban digital sejak dini," tegasnya.

Upaya untuk memasukkan literasi media dan digital dalam kurikulum memiliki momentum yang tepat saat ini. Sebab, DPR RI sedang melakukan pembahasan revisi UU tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Kalau saya boleh usul, bahkan jangan terbatas pada literasi digital dan media tapi juga di sektor keuangan dan lainnya. Momen revisi UU Sisdiknas dapat menjadi harapan akan peningkatan literasi anak bangsa, ” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya