PAPUA - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Polisi menyita delapan selongsong peluru dari lokasi.
“Petugas mengamankan delapan butir selongsong PIN kaliber 5,56 mm, satu lembar jaket, serta satu buah proyektil GLM," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
"Pada kendaraan tersebut ditemukan tiga titik atau bekas tembakan, yakni dua titik pada bagian pintu pengemudi dan satu titik pada bagian depan kendaraan atau kap mesin," ujarnya.
Yusuf menambahkan, seluruh barang bukti tersebut telah didata, didokumentasikan, dan diamankan untuk mendukung pemeriksaan serta proses penyelidikan lebih lanjut.
“Seluruh barang bukti tersebut telah didata, didokumentasikan dan diamankan untuk mendukung pemeriksaan serta proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua warga sipil menjadi korban penembakan orang tidak dikenal (OTK) yang terjadi saat rangkaian acara FBLB 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu 8 Agustus 2026.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menerangkan, kedua korban mengalami luka tembak di sejumlah bagian tubuh. “Dua warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut yakni LMK (43), warga Jalan Hom-Hom, Wamena, yang mengalami luka diduga akibat tembakan pada bagian lutut kanan,” kata Cahyo, Sabtu 8 Agustus 2026.
“Sementara korban lainnya, S (50), warga Jalan Hom-Hom, Wamena, mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada bagian paha kanan dan punggung tangan kanan,” imbuhnya.
Ia menerangkan, setelah kejadian penembakan itu, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Untuk kondisi kedua korban dalam keadaan sadar dan masih menjalani tindakan medis,” katanya.
(Arief Setyadi )