Selain penanganan korban, akses menuju wilayah terdampak menjadi perhatian karena diperlukan untuk memperlancar masuknya petugas dan bantuan. Pemerintah meminta kontraktor yang memiliki alat berat turut membantu membuka jalan yang tertutup longsoran maupun reruntuhan. Pemulihan layanan listrik dan komunikasi juga dikoordinasikan bersama PLN serta operator telekomunikasi.
Kebutuhan dasar bagi warga terdampak mulai dipersiapkan. Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan makanan dan beras, sedangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR menyatakan kesiapan memberikan bantuan. Upaya penggunaan helikopter juga dilakukan untuk menjangkau daerah yang sulit ditempuh melalui jalur darat.
Di Kabupaten Sikka, sebanyak 100 paket bantuan disiapkan untuk masyarakat terdampak dan disalurkan melalui Polsek Alok. Bersamaan dengan distribusi bantuan, Polda NTT memperkuat pengendalian informasi guna mencegah kepanikan. Perkembangan situasi akan disampaikan melalui siaran pers resmi bersama Forkopimda setiap hari, sementara masyarakat diminta merujuk informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Penanganan gempa Flores dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi, pendataan, pembukaan akses, pemulihan layanan, hingga distribusi bantuan dan pengamanan informasi. Pemerintah Provinsi NTT, Polda NTT, dan seluruh unsur terkait terus bergerak memastikan warga terdampak memperoleh pertolongan secepat mungkin. Di tengah situasi bencana, masyarakat Flores dipastikan tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.
(Arief Setyadi )