JAKARTA – Sebanyak 1.572 titik longsor ditemukan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Temuan tersebut dinilai turut memperburuk dampak banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 25 November 2025.
Peneliti Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) Eko Kusratmoko, menjelaskan dari hasil kajian I-SER UI, sebagian besar titik longsor teridentifikasi di kawasan hutan yang memiliki kemiringan lereng curam hingga sangat curam. Hasil analisis berdasarkan citra satelit menunjukkan sekitar 81 persen dari total titik longsor tersebut berada di lahan hutan.
“Dari 1.572 titik, 81 persen ada di wilayah lahan hutan dengan lereng curam sampai sangat curam,” kata Eko dalam keterangannya, dikutip Senin (17/8/2026).
“Hujan yang ekstrem ini menimbulkan longsoran hebat di hulu dan kemudian aliran debris lumpur akan menutup di saluran, jebol dan terjadilah banjir bandang,” tuturnya.