1.572 Titik Longsor Ditemukan di Hulu Garoga Tapsel, Zona Permukiman Perlu Ditata Ulang

Arief Setyadi , Jurnalis
Senin 17 Agustus 2026 14:56 WIB
Longsor (Foto: Ilustrasi/Dok BNPB)
Share :

Untuk mengetahui karakteristik banjir yang terjadi di Garoga, I-SER UI melakukan analisis menggunakan pemodelan hidrologi dan hidrodinamik. Dari hasil pemodelan itu diketahui curah hujan harian saat bencana mencapai 229,7 milimeter, sedangkan total curah hujan yang terakumulasi selama lebih dari satu pekan tercatat melampaui 600 milimeter.

Curah hujan dengan intensitas tersebut diperkirakan memiliki periode ulang hingga 300 tahun. Tekanan terhadap sistem DAS pun semakin besar, terlebih kawasan hulu Garoga memiliki kondisi topografi yang curam sehingga lebih rentan mengalami longsor dan gangguan aliran saat hujan ekstrem.

Eko menilai temuan tersebut memperlihatkan bahwa upaya menghadapi bencana Garoga tidak cukup hanya dilakukan setelah banjir terjadi. Penguatan mitigasi di kawasan hulu perlu menjadi perhatian, termasuk melalui pengaturan kembali pemanfaatan ruang di area yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Karena itu, I-SER UI merekomendasikan pemerintah menyusun penataan ruang yang dapat memberikan batas yang jelas antara wilayah yang layak dihuni dan kawasan yang sebaiknya tidak digunakan untuk permukiman. Selain itu, lokasi yang dapat berfungsi sebagai titik evakuasi ketika bencana terjadi juga perlu ditetapkan. 

“Kami beri batas aman mana yang boleh ditinggali, mana yang bisa jadi tempat evakuasi. Tata ruang perlu kesepakatan Pemda dengan masyarakat,” tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya