JAKARTA - Polisi melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang yang diamankan karena diduga hendak membuat kerusuhan saat demonstrasi di Jakarta hari ini. Dari hasil pemeriksaan, 21 orang itu ternyata bukan mahasiswa.
"21 orang ini setelah didalami bukan merupakan dari mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (18/8/2026).
"Adapun barang-barang temuan berupa flare, petasan kembang api dan botol yang disiapkan untuk bom molotov ini dipersiapkan. Kami masih mendalami apakah tujuannya kepada petugas pengamanan, apakah kepada peserta aksi atau kepada masyarakat sekitar," ujarnya.
Budi menyayangkan ulah mereka yang diduga mau membuat kerusuhan. Pihak kepolisian menegaskan siap mengawal aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan lancar.
"Apabila ini terjadi, aksi atau susupan dari orang-orang yang membawa barang tadi, ini dapat mencederai penyampaian pendapat yang sudah dilindungi undang-undang. Apabila itu mengenai petugas pengamanan, masyarakat sekitar, atau rekan-rekan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, ini sangat mencederai penyampaian pendapat di muka publik," tuturnya.
Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bakal menggelar aksi demonstrasi bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat hari ini.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi hingga evaluasi sejumlah program nasional.
Delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut meliputi penghentian apa yang disebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta pelaksanaan reforma agraria sejati.
Selain itu, BEM UI juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
(Arief Setyadi )