Gempa M7,7 Flores Picu Longsoran Masif di Ende hingga Maumere

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 12:05 WIB
Gempa NTT (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 memicu longsoran di sejumlah wilayah. Longsoran terjadi di sepanjang jalur strategis Ende, Nagekeo, Bajawa hingga Maumere.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono mengatakan, longsoran dipicu kombinasi antara kondisi geologi lokal yang rentan dan besarnya energi seismik yang dilepaskan gempa.

Menurutnya, Pulau Flores didominasi batuan vulkanik muda dan endapan piroklastik seperti tuf serta aglomerat yang telah mengalami pelapukan lanjut.

“Material tanah dan batuan pelapukan ini memiliki struktur rapuh serta kuat geser yang rendah, sehingga sangat tidak stabil ketika menerima guncangan dinamis secara mendadak,” ujar Daryono, Rabu (19/8/2026).

Selain itu, pemotongan lereng untuk pembangunan jalur jalan nasional Trans-Flores secara alami mengurangi tumpuan bawah tebing dan memperbesar gaya pendorong gravitasi.

 

Saat gempa M7,7 terjadi, percepatan tanah meningkat drastis. Durasi guncangan yang berlangsung cukup lama juga merusak ikatan kohesi antarbutir tanah sehingga memicu runtuhan lereng di berbagai titik secara bersamaan.

Daryono menambahkan, gelombang seismik juga mengalami penguatan akibat efek tapak lokal pada lapisan tanah lunak serta fenomena amplifikasi topografi.

Gelombang gempa dapat memantul dan terkonsentrasi di area puncak bukit maupun tebing. Kondisi itu membuat guncangan di bagian atas lereng menjadi lebih kuat dibandingkan wilayah lembah.

“Pada saat yang sama, guncangan siklik yang seketika menghilangkan daya dukung material dan meruntuhkan ribuan ton tanah serta batuan hingga menutupi akses jalan utama,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya