Rajiv berharap program tersebut tidak berhenti pada penanaman dan panen, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan budidaya, penggunaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, kepastian pasar setelah panen, pembangunan sarana penyimpanan, serta pengaturan kalender tanam yang disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah.
Menurutnya, kesinambungan program penting agar perluasan areal tanam benar-benar berdampak terhadap peningkatan produksi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.
“Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman. Tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap dengan baik, menjaga harga yang menguntungkan petani, dan membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu sampai hilir,”ujarnya.
“Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )