DPR: Kapolri Perkuat Ketahanan Pangan Tindaklanjuti Arahan Prabowo

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Kamis 20 Agustus 2026 16:52 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv
Share :

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv, menegaskan, langkah Polri menggelar panen raya sekaligus penanaman bawang putih di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Rajiv menilai keterlibatan jajaran kepolisian dalam penguatan produksi bawang putih menunjukkan respons cepat Polri dalam mendukung agenda pemerintah di sektor pangan. Terlebih, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi melalui penanaman kembali.

“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran Polda dan Polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan ketahanan pangan, khususnya bawang putih,” ujar Rajiv, Kamis (20/8/2026).

“Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah,” lanjutnya.

Menurut Rajiv, penguatan ketahanan pangan membutuhkan langkah yang terukur dan berkelanjutan. Karena itu, penanaman bawang putih secara serentak dinilai menjadi bagian penting untuk memperluas basis produksi, meningkatkan produktivitas petani, menjaga kesinambungan musim tanam, serta memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.

“Dari Sembalun, kita melihat contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat bersamaan juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare. Ini penting karena ketahanan pangan harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen,” kata Rajiv.

Berdasarkan informasi Divisi Humas Polri, panen di Sembalun tersebut disertai penanaman serentak di 14 wilayah Polda dengan total luas mencapai 279,53 hektare. Lahan tersebut berpotensi menghasilkan hampir 2.800 ton bawang putih saat memasuki masa panen.

Program tersebut juga melibatkan 2.174 petani dari 110 kelompok tani. Rajiv menilai keterlibatan ribuan petani menjadi salah satu aspek strategis dalam membangun ketahanan pangan nasional.

“Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional,” ujarnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya