Elias mengaku menemukan sejumlah ketidaksesuaian saat mendampingi petugas survei di lapangan. Dia menyebut, terdapat rumah yang secara fisik mengalami kerusakan berat, namun dalam sistem justru tercatat sebagai rusak sedang atau ringan.
“Saya melihat langsung ada rumah yang kondisinya rusak berat, tetapi dalam sistem masuk kategori sedang atau ringan. Ini tentu berpengaruh terhadap bantuan yang diterima warga,” katanya.
Dia menilai ketepatan klasifikasi menjadi hal krusial dalam penanganan pascabencana. Oleh karena itu, pemerintah, termasuk tim survei dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diminta melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan objektif.
“Pemerintah harus memastikan klasifikasi benar-benar berdasarkan kondisi lapangan. Kehadiran aplikasi seharusnya membantu menjawab persoalan masyarakat, bukan sebaliknya,” ujar Elias.
Selain akurasi data, Elias juga menekankan pentingnya transparansi hasil survei kepada masyarakat. Dia meminta agar hasil pendataan disampaikan langsung kepada pemilik rumah, termasuk penjelasan terkait kategori kerusakan yang ditetapkan.