“Raja Ampat ini ada 113 kampung. Dari kampung ke kampung, jarak satu mil atau setengah mil saja, mereka tetap membutuhkan kendaraan laut,” kata legislator dari daerah pemilihan Papua Barat Daya 4 ini.
Alih-alih menunggu program pemerintah terealisasi, Syahrullah kemudian menggunakan sebagian gajinya sebagai anggota dewan untuk membeli dan menyalurkan speedboat kepada warga. Bantuan diberikan secara bertahap dengan nilai sekitar Rp20 juta untuk setiap unit.
Sejumlah kampung di wilayah Mios Mansar dan beberapa wilayah lainnya di Raja Ampat telah menerima bantuan tersebut. Bagi Syahrullah, bantuan itu menjadi bentuk respons langsung terhadap kebutuhan warga sekaligus komitmennya kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepadanya.
“Langkah yang saya pilih hari ini, gaji saya harus saya salurkan untuk mereka memiliki bantuan kepada masyarakat,” tutur politisi lulusan Universitas Muhammadiyah Sorong ini.
Bantuan rencananya tidak berhenti pada unit yang telah disalurkan. Syahrullah akan kembali menyisihkan penghasilannya setiap bulan sesuai kemampuan. “Saya rencana di setiap bulan selalu memberikan bantuan. Sekalipun satu atau dua unit, saya usahakan selalu ada yang saya bagikan,” terangnya.