JAKARTA - Mantan Staf PBNU, Syaiful Bahri alias Bahar alias Bajak Laut menyatakan pernah dititipi uang oleh Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus eks Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia atau Kesthuri, Asrul Azis Taba untuk Ishfah Abidal Aziz yang juga mantan Stafsus Eks Menag Yaqut Cholil Coumas.
Demikian disampaikannya saat menjadi saksi dalam lanjutan persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan dengan terdakwa Asrul Azis pada Selasa (1/9/2026).
Awalnya, Jaksa menanyakan Bajak Laut perihal terjadinya penitipan yang berlangsung di daerah Mampang, Jakarta Selatan pada 2024 lalu.
"Tempat itu berkaitan dengan adanya titipan seseorang berupa uang yang pernah Bapak terima?," tanya jaksa.
"Iya," jawab Bajak Laut.
"Oke. Itu dari siapa, Pak?," tanya Jaksa lagi.
"Dari Pak Asrul, Pak Asrul," jawab Bajak Laut.
"Pak Asrul ini maksudnya?," tanya Jaksa memastikan yang kemudian diiyakan oleh Bajak Laut.
Bajak Laut menjelaskan, hal itu bermula saat dirinya menerima pesan dari Asrul terkait adanya titipan untuk Gus Alex. Menurutnya, biasanya titipan untuk Gus Alex berupa dokumen terkait PBNU atau oleh-oleh lainnya.
"Makanya tanpa menanya, kami datang ke Mampang. Terus ditanya lewat WA itu 'Bawa apa?', 'Bawa motor', saya bilang gitu, makanya kami itu balik lagi, ya udah balik besok aja, gitu," kata Bajak Laut.
Ia mengira, barang titipan dalam jumlah besar sehingga ia mengajak beberapa orang saat datang ke Mampang yang merupakan lokasi kantor dengan mobil di hari selanjutnya.
"Nah, titipan itu tuh Bapak terima langsung dari yang tadi Saudara bilang, Pak Asrul, atau melalui perantara orang?," tanya jaksa.
"Karena yang, tak kira kan apa, barangnya banyak Pak, makanya saya buka bagasi mobil. Tak kirain kan sebelumnya ada buku juga yang dititipin untuk Gus Alek gitu. Makanya kalau harus bawa mobil, ternyata setelah... 'Lho kok cuman sedikit?' saya bilang gitu. Katanya barangnya banyak. Maka saya buka, itu ada tulisan 406.000 USD," jawab Bajak Laut.
"Besoknya saya laporkan kepada Gus Alex, karena saya manggilnya, 'Pak, ini ada titipan, tapi titipannya ini uang' gitu, seperti itu," sambungnya.
(Fahmi Firdaus )