Usai Gempa NTT, Sekolah di Pulau Kukusan Kini Punya Ruang Belajar Layak

Awaludin, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 15:11 WIB
Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko di Sekolah Pulau Kukusan (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Bagi siswa MI Al-Hidayah di Pulau Kukusan, Manggarai Barat, memiliki ruang kelas yang layak bukan sesuatu yang selalu mereka rasakan. Sebelum direnovasi, keterbatasan ruang membuat sebagian siswa terpaksa mengikuti pelajaran di bawah pohon. Proses belajar pun tak jarang terganggu oleh kondisi lingkungan sekitar.

Kini, situasi tersebut mulai berubah. Dua ruang kelas MI Al-Hidayah telah selesai direvitalisasi sehingga sekolah yang sebelumnya hanya memiliki dua ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, kini memiliki empat ruang kelas.

Revitalisasi itu dilakukan Direktorat Polairud Polda NTT pada Juni 2026. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko kemudian meresmikan hasil revitalisasi tersebut sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga dan tenaga pendidik yang terdampak gempa bumi Flores, Selasa 1 September 2026.

Kepala MI Al-Hidayah, Husen, menceritakan kondisi sekolah sebelum renovasi.

"Perjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan memang tidak mudah. Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud Polda NTT, hanya dua ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sebagian siswa harus belajar di bawah pohon dan kegiatan belajar juga sering terganggu oleh kambing," kata Husen.

 

Meski dengan berbagai keterbatasan, proses belajar tetap berjalan. Sekolah yang berdiri sejak 2001 itu menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan.

Saat ini, empat guru mendampingi 46 siswa di sekolah tersebut. Dengan tambahan ruang kelas, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman dan memberikan ruang yang lebih baik bagi siswa maupun guru.

Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko mengatakan, kondisi sekolah dan semangat para pendidik menjadi perhatian ketika dirinya berkunjung langsung ke Pulau Kukusan.

"Saat melihat langsung kondisi sekolah dan perjuangan para pendidik di Pulau Kukusan, saya merasa prihatin sekaligus mengapresiasi semangat mereka yang tetap bertahan memberikan pendidikan di tengah keterbatasan," ujar Rudi.

Ia berharap perbaikan fasilitas tersebut dapat membuat anak-anak lebih nyaman mengikuti pelajaran dan para guru tetap bersemangat mendampingi mereka.

 

Selain meresmikan ruang kelas, kunjungan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat dan tenaga pendidik. Bantuan yang dibawa antara lain sembako, susu, mainan anak, serta perlengkapan sekolah.

Bantuan diberikan kepada warga Pulau Kukusan yang masih menjalani proses pemulihan setelah terdampak gempa bumi Flores. Anak-anak juga mengikuti kegiatan trauma healing untuk membantu mereka menghadapi rasa takut dan kecemasan setelah bencana.

Bagi anak-anak MI Al-Hidayah, dua ruang kelas yang telah diperbaiki mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi mereka, ruang tersebut berarti tempat untuk kembali belajar dengan lebih nyaman, bermain, dan menata mimpi tentang masa depan.

Dari sebuah pulau dengan akses yang terbatas, cerita itu menjadi pengingat bahwa pendidikan tetap berjalan meski berbagai keterbatasan datang silih berganti.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya