Hadapi Karhutla Gambut, Polri Perkuat Teknologi hingga Rekayasa Tata Air

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Jum'at 11 September 2026 20:49 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan personel, teknologi, kendaraan khusus, peralatan pemadaman, perlindungan personel, serta rekayasa tata air gambut.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan, kesiapan personel terus diperkuat. Selain itu, Polri memastikan kesiapan berbagai sarana dan inovasi yang digunakan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses serta mempercepat proses pemadaman.

“Kekuatan lapangan antara lain diperkuat 12 kendaraan double cabin yang dilengkapi tangki dan peralatan karhutla, kendaraan AWC, Damkar dan tactical karhutla, satu kendaraan Komodo, 14 sepeda motor modifikasi, serta satu ATV untuk mendukung mobilitas personel di medan sulit,” kata Dedi saat meninjau langsung Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).

“Untuk mendukung pemadaman, disiapkan tiga unit pompa Alkon 3 inci, 75 unit Alkon 2 inci, dan 30 unit Alkon portable 1,5 inci. Kekuatan tersebut dilengkapi dengan berbagai jenis selang, antara lain 50 roll selang spiral 3 inci, 100 roll spiral 2 inci, 100 roll spiral 1,5 inci, 100 roll canvas 2 inci, dan 100 roll canvas 1,5 inci,” ujarnya.

 

Polri juga menyiapkan 150 konektor selang/nozzle, 100 hose adapter, 20 tool box kit, 100 fire beater, dan 20 folding water tank. Untuk menghadapi kondisi ekstrem di lapangan, keselamatan personel turut menjadi perhatian.

“Dukungan perlengkapan meliputi 40 pakaian anti-panas, 50 pasang sepatu anti-panas, 50 pasang sarung tangan anti-panas, 200 pasang boots, 63 tabung oksigen 6,7 kilogram, 187 tabung oksigen 2 kilogram, 25 set masker dan tabung oksigen, 400 masker asap, 50 senter jarak jauh, dan 150 headlamp,” ucapnya.

Polri juga menyiapkan 4.000 liter cairan X-Fire dari Slog Polri, tiga generator berkapasitas 5.000 watt, 50 backpack, serta dua unit Wontech untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan.

Namun, pendekatan Polri tidak hanya berfokus pada pemadaman. Penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan strategi yang menyentuh sumber persoalan, terutama terkait pengelolaan air.

 

Kondisi muka air gambut yang ideal berada sekitar 40 sentimeter, sementara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mencapai sekitar 120 sentimeter. Karena itu, strategi dilakukan melalui penyekatan kanal, pengisian kembali air, pembangunan sumur bor dan embung, serta pembukaan akses agar wilayah rawan dapat ditangani lebih cepat.

“Saat ini terdapat 220 sumur bor dan 104 embung air yang menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi karhutla,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat terus memperkuat upaya agar setiap titik api dapat dideteksi lebih cepat, ditangani lebih dini, dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama,” tutupnya.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya