Kondisi muka air gambut yang ideal berada sekitar 40 sentimeter, sementara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mencapai sekitar 120 sentimeter. Karena itu, strategi dilakukan melalui penyekatan kanal, pengisian kembali air, pembangunan sumur bor dan embung, serta pembukaan akses agar wilayah rawan dapat ditangani lebih cepat.
“Saat ini terdapat 220 sumur bor dan 104 embung air yang menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi karhutla,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat terus memperkuat upaya agar setiap titik api dapat dideteksi lebih cepat, ditangani lebih dini, dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama,” tutupnya.
(Awaludin)