JAKARTA – Kodam Jaya/Jayakarta menggelar doa bersama untuk awak media yang hingga saat ini belum ditemukan saat menjalankan tugas jurnalistik dalam peliputan peristiwa Krakatau di Selat Sunda. Pencarian para jurnalis masih berlangsung hingga Sabtu, 2 September dengan area yang diperluas.
Dalam suasana khidmat, seluruh peserta memanjatkan doa agar awak media yang belum ditemukan diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa serta dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud dukungan moril Kodam Jaya kepada keluarga serta rekan-rekan media yang masih menantikan kabar mengenai keberadaan awak media tersebut.
Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak, S.T., M.M.T. mengatakan, doa bersama merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Kodam Jaya terhadap insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Melalui doa bersama ini, kami berharap awak media yang sampai saat ini belum ditemukan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Kami juga mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keyakinan dalam menghadapi situasi ini,” ujar Kapendam Jaya.
Menurutnya, tugas jurnalistik di lapangan memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Karena itu, Kodam Jaya turut menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan kepada seluruh insan pers yang tetap menjalankan tugasnya di tengah kondisi yang penuh risiko.
“Saya selaku Kapendam Jaya sangat memahami bahwa kerja jurnalistik sering kali menuntut keberanian dan dedikasi yang tinggi. Karena itu, Kodam Jaya sangat menaruh penghormatan yang besar kepada para jurnalis yang terus menjalankan tugasnya demi menyuguhkan informasi berkualitas kepada publik," pungkas Kapendam Jaya.
Doa bersama juga menjadi ungkapan harapan agar proses pencarian oleh tim SAR gabungan dapat berjalan lancar dan segera membuahkan hasil. Keluarga besar Kodam Jaya akan terus memantau perkembangan pencarian.
"Saya sangat mengapresiasi atas segala upaya yang telah dikerahkan untuk pencarian rekan-rekan jurnalis yang sudah semakin diperluas. Dengan doa, maka sebagai manusia menandakan tidak pernah putus harapan untuk keselamatan rekan-rekan kami sebagai jurnalis," tambah Kapendam Jaya.
Sementara itu, Ketua IJTI Jakarta Tatang Ziza Putra mengapresiasi solidaritas prajurit Kodam Jaya atas doa bersama untuk rekan-rekan jurnalis yang masih dalam pencarian. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar sekaligus upaya menjaga harapan di tengah proses pencarian yang telah memasuki hari kelima.
"Saya sangat mengapresiasi jajaran Kodam Jaya dan terima kasih juga kepada seluruh pihak atas segala upaya yang telah dikerahkan untuk pencarian rekan-rekan jurnalis yang sudah semakin diperluas. Dengan doa, maka sebagai manusia menandakan tidak pernah putus harapan untuk keselamatan rekan-rekan kami sebagai jurnalis."
Tatang berharap melalui doa bersama yang digelar berbagai unsur masyarakat, dapat memberi harapan dan menguatkan keluarga para survivor.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Doa tersebut tidak hanya ditujukan kepada lima wartawan yang hilang, tetapi juga kepada awak kapal dan pemandu yang hingga kini masih dalam pencarian.
(Rahman Asmardika)