Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim SAR dan Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |14:29 WIB
Tim SAR dan Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak
Tim SAR dan Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang
A
A
A

PANDEGLANG-  Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR Gabungan melanjutkan Operasi SAR untuk mencari delapan orang termasuk lima jurnalis yang masih dalam pencarian setelah speed boat yang ditumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam operasi SAR hari keempat, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi. Pencarian mencakup wilayah perairan yang lebih luas di sekitar Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah kapal perang TNI AL dan sarana SAR.

Sejumlah kapal yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa.

Selanjutnya KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, hingga TB Gunung Santri. Operasi juga diperkuat dengan dukungan dua unit drone thermal serta berbagai sarana darat dan pendukung lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya dan perkembangan situasi di lapangan.

“Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad, Jumat (11/9/2026).

Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.

Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” jelasnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement