Pengabdian 3 ASN Korban Pembunuhan Sadis KKB Akan Selalu Dikenang

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 13 September 2026 15:55 WIB
Pengabdian 3 ASN Korban Pembunuhan Sadis KKB Akan Selalu Dikenang
Share :

JAKARTA — Kelompok Kriminal Bersenjata  (KKB) menembak mati tiga orang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian  Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.  Tiga ASN yang tewas adalah Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami kehilangan rekan sejawat yang gugur ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,”ujar Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh. Mirjawal, Minggu (13/9/2026).

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga drh. Alfan Mehan dan Bapak Aprida Rafi. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” lanjut dia.

Mirjawal menegaskan, meninggalnya seorang dokter hewan ketika menjalankan tugas pelayanan merupakan kehilangan besar bagi profesi dokter hewan Indonesia.

Menurutnya, dokter hewan yang bekerja di lapangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis dan keamanan yang memiliki tantangan tinggi, menjalankan tanggung jawab yang tidak ringan.

Mereka hadir untuk menjaga kesehatan hewan, mendukung kesehatan masyarakat, menjaga produksi dan ketahanan pangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga wilayah yang sulit dijangkau.

“drh. Alfan Mehan gugur bukan ketika meninggalkan tugasnya, tetapi justru ketika sedang menjalankan pengabdian. Di balik pelayanan peternakan dan kesehatan hewan sampai ke pelosok, ada dokter hewan dan petugas lapangan yang meninggalkan keluarga, menempuh medan yang tidak mudah, dan menghadapi berbagai risiko agar pelayanan negara tetap hadir bagi masyarakat,” katanya.

Dia melanjutkan, tragedi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah mengenai jaminan keamanan dan perlindungan bagi dokter hewan serta seluruh petugas pelayanan publik yang menjalankan tugas di wilayah dengan risiko keamanan tinggi.

“Tidak boleh ada lagi dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, ataupun petugas pelayanan publik yang berangkat menjalankan tugas tanpa perlindungan yang memadai. Mereka hadir membawa pelayanan, bukan membawa ancaman. Keselamatan mereka harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap penugasan di lapangan,” tegas Mirjawal.

 

Dia berharap, pemerintah pusat dan daerah bersama aparat keamanan melakukan evaluasi terhadap prosedur pengamanan petugas yang menjalankan pelayanan di wilayah rawan, termasuk pemetaan risiko, koordinasi sebelum keberangkatan, pendampingan keamanan apabila diperlukan, mekanisme komunikasi darurat, hingga jaminan perlindungan bagi petugas dan keluarganya.

Bagi Mirjawal, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap profesi dokter hewan tidak hanya berbicara mengenai kesejahteraan dan kepastian hukum dalam menjalankan profesi, tetapi juga hak untuk memperoleh rasa aman ketika menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

“Hari ini keluarga besar dokter hewan Indonesia berduka. Kita kehilangan seorang sejawat yang memilih hadir dan bekerja untuk masyarakat hingga akhir pengabdiannya. Semoga pengabdian drh. Alfan Mehan menjadi amal kebaikan dan tidak pernah dilupakan oleh profesi maupun negara,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya