Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Tim SAR Gelar Operasi Besar-besaran Sisir 10 Sektor Selat Sunda

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 11:25 WIB
Tim SAR Gelar Operasi Besar-besaran Sisir 10 Sektor Selat Sunda/Okezone
Share :

SERANG - Operasi pencarian kapal KKM Arupadata I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10 atau H+3 masa perpanjangan, Kamis (17/9/2026). Kapal tersebut ditumpangi lima jurnalis serta tiga awak kapal.

Tim SAR gelar operasi besar-besaran dengan mengerahkan total 24 unit kapal untuk menyisir area seluas 8.509 nautical mile persegi yang dibagi dalam 10 sektor pencarian.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan kondisi cuaca pada hari ini berawan dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 20 knot serta tinggi gelombang antara 0,5 hingga 3,5 meter.

“Untuk hari ini cuaca berawan, kemudian untuk kecepatan angin 10 sampai 20 knot dan gelombang 0,5 sampai 3,5 meter,” ujar Rizky.

Ia juga menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi dari PVMBG, yang masih berstatus level III atau siaga, tanpa erupsi. Secara visual, gunung tertutup kabut sehingga asap tidak teramati, sementara aktivitas kegempaan masih didominasi vulkanik dangkal.

“Status masih siaga, tidak terjadi erupsi, dan secara visual gunung tertutup kabut serta asap tidak teramati,” katanya.

Dalam operasi hari ini, unsur SAR gabungan mengerahkan 24 alut laut yang terdiri dari 8 kapal TNI AL, 8 kapal Polairud, 8 unit dari Basarnas dan KPLP. Unsur TNI AL meliputi 5 KRI, 2 KAL, dan 1 RBB. Dari Basarnas dikerahkan 4 KN SAR dari Kantor SAR Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu, serta 3 unit RIB. Sementara dari KPLP mengerahkan 1 kapal.

Rizky menjelaskan, area pencarian 5 jurnalis dibagi ke dalam 10 sektor, seluruhnya merupakan wilayah yang berpotensi menjadi pergeseran kapal maupun korban berdasarkan analisis pemetaan.

“Seluruh sektor ini merupakan area kemungkinan pergeseran kapal ataupun korban yang kami cari, sehingga tidak ada titik fokus tertentu,” jelasnya.

 

Sementara untuk sektor A memiliki luas 1.156 nautical mile persegi dengan alut KN SAR 213 dari Kantor SAR Bengkulu yang menyisir perairan barat Sumatera hingga barat Pulau Enggano.

Sektor B seluas 494 nautical mile persegi menggunakan RIB 02 Bengkulu untuk melakukan pencarian di pesisir dan mengitari Pulau Enggano.

Sektor C menjadi yang terluas dengan 3.380 nautical mile persegi, melibatkan KRI Teluk Lada dan KRI Dewa Kembar yang menyisir Samudera Hindia di barat Belimbing hingga selatan Pulau Enggano.

Sektor D seluas 637 nautical mile persegi dikerahkan KRI Teluk Gilimanuk dan KRI Antasena untuk menyisir wilayah barat laut Pulau Panaitan hingga pintu masuk Samudera Hindia.

Sektor E dengan luas 542 nautical mile persegi melibatkan KRI Kerambit yang melakukan pencarian di selatan Teluk Semangka.

Sektor F seluas 484 nautical mile persegi menggunakan KRI Iskandar Muda untuk pencarian di dalam Teluk Semangka hingga memutari Pulau Tabuan di wilayah Lampung.

Sektor G seluas 316 nautical mile persegi melibatkan RIB 02 Lampung, KRI Lepu, dan KAL Lampung yang menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, dan Pulau Sibuku.

Sektor H dengan luas 589 nautical mile persegi menjadi salah satu sektor padat alut dengan keterlibatan enam kapal TNI AL yang melakukan pencarian dari selatan Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Panaitan.

Sektor I seluas 397 nautical mile persegi melibatkan unsur Polairud dan Basarnas seperti RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, serta kapal polisi KP WRC Erhan dan KP 2016 untuk menyisir pesisir barat Anyer, Carita hingga perairan Sumur.

Sektor J menjadi sektor terkecil dengan luas 114 nautical mile persegi, menggunakan kapal Polairud KP 1012, KP 1010, dan KP 1007 untuk pencarian di pesisir barat Anyer hingga perairan Merak, Banten.

Selain penyisiran laut, tim SAR juga melakukan e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda serta berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) guna memperluas jangkauan informasi operasi.

Hingga hari ke-10, hasil e-broadcast belum menunjukkan adanya temuan. Informasi dari masyarakat yang masuk juga telah ditindaklanjuti, namun belum membuahkan hasil.

“Untuk hasil e-broadcast sampai hari ke-10 belum ada yang masuk, dan informasi masyarakat yang kami terima sudah ditindaklanjuti namun hasilnya masih nihil,” tutup Rizky.

Sebanyak 523 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Dukungan udara juga tetap disiagakan melalui helikopter SAR yang standby di ATS Bogor dan akan diterjunkan sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Penyisiran intensif juga terus dilakukan di wilayah pesisir barat Banten, mulai dari Carita hingga Anyer, sebagai bagian dari upaya maksimal menemukan kapal dan korban yang hingga kini masih hilang kontak.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya