Dia menegaskan, target tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global.
“Ini bukan sekadar target untuk meningkatkan posisi kita dalam pemeringkatan global. Ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian, memperluas peluang, meningkatkan konektivitas, dan memastikan pertumbuhan berjalan seiring dengan keberlanjutan serta inklusi,” ujarnya, dikutip Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, Dekan Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University sekaligus Symposium Chair, Dr. Farid Triawan, mengatakan perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik.
“Sampoerna University merupakan bagian dari Jakarta, sehingga kami ingin turut berperan dalam menjawab tantangan dan membangun masa depan kota ini. Kami melihat perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk mengambil langkah proaktif melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik yang dimilikinya,” kata Farid.
Menurutnya, simposium tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempelajari berbagai perspektif mengenai pembangunan kota.
“Kami berharap keahlian dan riset yang kami bawa dapat memperkaya pembahasan serta menghasilkan *insight* yang relevan bagi pembangunan Jakarta, sekaligus mendukung cita-cita Jakarta menjadi kota global yang mampu menarik talenta terbaik,” tuturnya.
(Awaludin)