PBNU Umumkan Pengurus 2026-2031: Gudfan Arif Jadi Sekjen, Gus Ipul Waketum

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 22:06 WIB
PBNU (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan organisasi untuk masa khidmah 2026–2031. Struktur kepengurusan organisasi Islam tersebut diumumkan pada Rabu (30/9/2026).

Kepengurusan itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026–2031.

Surat tersebut ditandatangani oleh KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam, Prof. Dr. KH Mohammad Nuh selaku Khatib Aam, KH Abdul Hakim Mahfudz selaku Ketua Umum PBNU, dan H. Gudfan Arif selaku Sekretaris Jenderal PBNU.

Berdasarkan susunan tersebut, kepemimpinan tertinggi Syuriyah PBNU tetap diamanahkan kepada KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam.

Sementara itu, posisi Katib Aam diberikan kepada Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, DEA. Adapun KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memimpin Tanfidziyah didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif dan Bendahara Umum Prof. Dr. H. Ainun Na'im.

Selain Gus Ipul, Wakil Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 diisi KH Muhammad Faiz Syukron, Prof. H. Ganefri, Ph.D., Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, Dr. H. Juri Ardiantoro, dan H. Irfan Asy'ari Sudirman Wahid, S.Sn., M.M.

Sementara itu, H. Gudfan Arif dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PBNU. Ia akan didampingi sejumlah Wakil Sekretaris Jenderal dalam menjalankan tugas administratif organisasi.

Adapun Bendahara Umum PBNU dijabat Prof. Dr. H. Ainun Na'im.

 

Selain jajaran Tanfidziyah, struktur kepengurusan PBNU periode 2026–2031 juga mencakup Mustasyar, Syuriyah, dan A'wan.

Pada jajaran Syuriyah, KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Rais Aam. Posisi Wakil Rais Aam diisi KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim.

Sementara itu, jajaran Rais diisi sejumlah ulama dan tokoh, di antaranya KH Aniq Muhammadun, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, KH Ubaidillah Faqih, KH Mudatsir Badruddin, KH Ahmad Sadid Jauhari, Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, serta sejumlah tokoh lainnya.

Struktur baru tersebut mulai menjalankan kepengurusan PBNU untuk masa khidmah lima tahun setelah sebelumnya proses penyusunan dilakukan oleh Rais Aam, Ketua Umum, dan tim formatur yang dibentuk dalam Muktamar Ke-35 NU.

Dengan diumumkannya struktur tersebut, proses penyusunan kepengurusan PBNU setelah Muktamar Ke-35 NU dinyatakan rampung. Pengumuman ini sekaligus menandai dimulainya masa kepengurusan PBNU 2026–2031.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya