SURABAYA - Demografi pemilih yang masif menuntut partai politik tidak sekadar mengandalkan struktur, tetapi juga kecermatan membaca data lapangan. Realitas itu menjadi fondasi evaluasi gerakan politik di Jawa Timur yang memiliki kompleksitas sosial tinggi.
Provinsi Jawa Timur memperebutkan 120 kursi DPR RI dari 14 daerah pemilihan dengan 31,4 juta pemilih pada Pemilu 2024. Skala tersebut mengharuskan pemetaan wilayah yang presisi untuk mendeteksi titik lemah dan memproyeksikan kekuatan partai.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai besarnya potensi demografi tersebut harus diimbangi dengan pendekatan riil. Fokus utama diarahkan pada penguatan program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu, kita harus hadir dengan program yang konkret dan bisa dirasakan masyarakat. Fokus kita adalah penguatan perekonomian masyarakat, terutama melalui UMKM dan program yang dapat meningkatkan daya beli,” ujar Ferry dalam Workshop Bedah Dapil dan Persiapan Verifikasi Partai Politik di Surabaya, Sabtu (3/10/26).
Posisi politik Partai Perindo turut terpotret dalam survei ARCI pada Agustus 2026 yang mencatat elektabilitas Ketua DPW Perindo Jatim Ahmad Zazuli alias Cak Jaz ini menempati posisi ketiga dengan perolehan suara 15,6 persen.
Oleh karena itu, Cak Jaz menyadari indikator tersebut menuntut kerja politik yang lebih lekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Partai Perindo akan mengintensifkan pemberdayaan bagi kalangan petani, nelayan, serta pedagang kecil.
"Harapan kami setelah mendapat kesempatan atau mendapatkan peluang yang cukup bagus dan dipercaya oleh masyarakat, maka kami akan terus meningkatkan kerja-kerja politik, terutama untuk fokus terus melakukan penguatan dan pendampingan UMKM, petani, nelayan, pedagang yang memang bersentuhan langsung dengan persoalan ekonomi," ujarnya.
Gagasan pemberdayaan itu akan diwujudkan melalui inisiatif Warung Kita yang dirancang mampu menjangkau hingga tingkat kelurahan. Dukungan serupa disiapkan bagi pengemudi ojek daring serta pelatihan kemandirian usaha bagi anak muda.
"Pendekatan tersebut akan diterjemahkan melalui sejumlah program, antara lain Warung Kita yang diarahkan hadir hingga tingkat kelurahan. Perindo juga menyiapkan dukungan bagi pengemudi ojek daring, UMKM, dan anak muda, termasuk pelatihan usaha dan pemanfaatan kantor partai sebagai ruang interaksi masyarakat," kata Cak Jaz.
Bagi Partai Perindo, tantangan menuju 2029 bukan sebatas merapikan kerangka administrasi secara internal.
“Kemampuan mengonversi hasil bedah wilayah menjadi solusi riil akan menentukan daya saing partai pada empat tahun mendatang,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )