Houthi Lancarkan Serangan Balasan, Rudal dan Drone Gempur Bandara Arab Saudi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 16:41 WIB
Ilustrasi.
Share :

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kembali mengingatkan bahwa tindakan memotret, memublikasikan, atau menyebarluaskan informasi mengenai operasi intersepsi rudal dan drone maupun lokasi dampaknya dapat berujung pada sanksi hukum. Media resmi Saudi menyiarkan kembali peringatan tersebut tak lama setelah tengah malam di tengah gelombang serangan terbaru.

Kelompok Houthi turut memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak melintasi wilayah udara Arab Saudi—yang mereka nyatakan sebagai zona operasi militer—kecuali wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah. Meski Bandara King Khalid dilaporkan tetap beroperasi, data Flightradar24 menunjukkan adanya penundaan jadwal penerbangan yang signifikan dengan rata-rata keterlambatan mencapai 38 menit.

Houthi menyatakan bahwa rentetan serangan itu merupakan balasan atas 60 serangan udara dan rudal Saudi yang menyasar Sanaa serta Provinsi Al-Jawf, Taiz, Hodeidah, Saada, dan Marib dalam kurun 24 jam sebelumnya. Saree mengklaim bahwa pasukan Saudi telah melancarkan 1.576 serangan sejak eskalasi terkini dimulai.

Aksi saling serang ini terjadi di tengah upaya Arab Saudi dan sekutu Yaman-nya meningkatkan serangan balik besar-besaran terhadap kelompok Houthi. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan sekitar 100 jet tempur memberikan dukungan udara sepanjang waktu, sementara pasukan pemerintah berupaya merebut kembali wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman dan di sekitar Selat Bab al-Mandab. Koalisi mengklaim telah menghancurkan 324 target Houthi yang dianggap "bernilai tinggi".

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya