Rocky menyebut, dirinya tidak pernah menukar reputasi yang dibangunnya selama ini dengan jabatan atau fasilitas yang diperoleh dari negara.
"Rocky Gerung reputasinya didagangkan pada Prabowo. Saya nggak pernah tukar tambah reputasi saya dengan fasilitas dari awal. Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden," ujarnya.
Dia menilai kritik terhadap dirinya merupakan hal yang wajar. Rocky bahkan menyebut dirinya hanya berpindah posisi dari luar menjadi bagian dari dalam pemerintahan.
"Karena itu kemarin saya bilang, saya hanya pindah dari luar ke dalam. Itu orang marah itu. Oke lah. Orang yang marah itu artinya nggak ingin berpisah sebetulnya," katanya.
Di sela-sela candaan tersebut, Rocky juga menyinggung pentingnya komunikasi publik. Menurut dia, visi dan niat Presiden kerap tidak tersampaikan dengan baik karena persoalan di tingkat birokrasi.
"Presiden punya pikiran, Presiden punya visi, Presiden punya niat, Presiden punya intensi, Presiden punya urgensi. Jembatan ke publiknya kadang kala dirusak sendiri oleh birokrasi. Kerusakan itulah yang diintip oleh netizen," ujarnya.