JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya mengatakan, kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka dapat melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.
“Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,” kata Nasaruddin, beberapa waktu lalu.
"Kehadiran kontingen dari 34 provinsi ini menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri dari berbagai penjuru Nusantara," ujarnya.
Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting selama penyelenggaraan PPSN VI. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama.
“Kedua, terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama tujuh hari, para Pramuka Santri mengikuti aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan,” ujarnya.
Sedangkan yang ketiga, gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober 2026.