JAKARTA – Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD Letjen Iwan Setiawan dipromosikan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Iwan menggantikan posisi Letjen TNI Mohammad Fadjar.
Hal itu diungkapkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
“Iya (Letjen Iwan jadi Pangkostrad), sudah ,” kata Jenderal Maruli saat ditanya mengenai pergantian Pangkostrad.
Letjen Iwan memiliki pengalaman berkesan dan penuh haru saat mengikuti Ekspedisi Kopassus-Indonesia Everest pada 1997.
Saat menjalani ekspedisi itu, Iwan pernah berada di posisi antara hidup dan mati. Kekuatan doa dan tekad sekuat baja akhirnya membawa mantan Danyon 22/Grup 2 Kopassus ini mengukir sejarah mendaki gunung tertinggi di dunia tersebut.
Danjen Kopassus Kala itu Brigjen TNI Prabowo Subianto menggagas Ekpedisi Kopassus-Indonesia Everest 1997. Ekspedisi kelas dunia ini untuk merayakan hari jadi ke-45 Kopassus dan menyambut HUT Kemerdekaan RI.
Masuk Markas KKB
Letjen Iwan Setiawan pernah nekat masuk ke wilayah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat dia menjabat sebagai Pangdam XII/ Tanjungpura. Iwan menemui Pasukan Antang di Kampung Wa Banti Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Jenderal Kopassus ini berangkat dari Kota Timika menuju Distrik Tembagapura dengan menggunakan bus antipeluru.
Kedatangan Iwan Setiawan di perkampungan tersebut bisa dikatakan nekat, karena wilayah tersebut sempat berstatus zona merah di mana dahulu pernah menjadi sarang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris.