JAKARTA - Peristiwa kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Kamboja Raya arah selatan, dekat Klinik Utama Kamboja, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, 7 Oktober 2026, malam.
Insiden tersebut melibatkan mobil GWM Tank, dua sepeda motor, satu mobil yang sedang parkir, serta dua gerobak las. Kecelakaan tersebut, mengakibatkan seorang pengendara motor berinisial MT (59) tewas di lokasi.
"Sementara pengendara motor lainnya, N(28), mengalami luka pada kaki kanan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB," kata Kasi Kecelakaan Lalu Lintas Subdirektorat Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan laporan Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, mobil GWM Tank bernomor polisi B-7-AXL yang dikemudikan Fendry Susanto melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Kamboja Raya.
GWM Tank kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B-5073-BTF yang dikendarai Nurmilah dan sepeda motor Honda bernomor polisi B-3438-TTJ yang dikendarai Maria Thomas. Kedua motor tersebut diketahui melaju searah di depan mobil.
Setelah menabrak kedua pengendara motor, GWM Tank kemudian oleng ke kiri dan menghantam mobil Ayla bernomor polisi B-2071-POV yang sedang berhenti dalam kondisi parkir.
Mobil Ayla terdorong hingga menabrak pagar pintu besi gerbang milik PT SPX. Sementara GWM Tank terus melaju sebelum akhirnya berhenti dalam kondisi terbalik.
Akibat rangkaian kecelakaan itu, Maria Thomas mengalami luka pada bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk pemeriksaan.
Sementara Nurmilah mengalami memar pada kaki kanan dan mendapat perawatan di RS Bhakti Mulya. Tak hanya menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan fasilitas di sekitar lokasi.
Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Barat telah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.
"Penyebab pasti kecelakaan hingga kini masih dalam proses penyelidikan," tutupnya.
(Awaludin)