Menurut Amanda, anaknya bahkan sampai mengalami kejang, panik, dan berteriak setelah mendengar suara petasan tersebut. "Itu aja nggak cuma sekali, dua kali, tapi itu sampai 10 menit lebih tuh masih dededer! Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk saya harus menghentikan dan saya harus ke lokasi, ke TKP gitu. Ya udah saya ke sana," ujarnya.
Amanda kemudian datang ke lokasi untuk meminta petasan dihentikan. Namun, situasi justru memanas. Dia mengaku ditanya mengenai agama hingga mendapat perlakuan yang menurutnya tidak mengenakkan dari sejumlah orang.
"Saya ditanya macam-macam, saya ditahan, diludahin mukanya, disembur mukanya, disuruh pulang. Sampai pada akhirnya, mungkin kalau mungkin yang sudah pernah lihat videonya, secara detail di situ ada. Dan sehingga pas waktu sudah ditahan, malah saya dibilang provokator, padahal sebetulnya provokator mereka gitu," ucap dia.
Kemudian, Amanda mengaku mendapat perlakuan fisik. Dirinya didorong dan ditarik hingga terjatuh ke got.
"Jadi setelah itu saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk, bukan, saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus gitu. Ya saya udah mau gestur dari mereka tuh udah mau mukul, udah mau nampar apa gimana," paparnya.